Mengapa Lorem Ipsum Jadi Standar Industri?

Daftar Isi
Daftar Serial: Mengenal Dummy Text & Lorem Ipsum (Bagian 2)
Fungsi Utama Lorem Ipsum

Membongkar 3 Fungsi Utama Lorem Ipsum

Setelah mengetahui Apa itu Dummy Text & Lorem Ipsum pada bagian pertama, pertanyaan selanjutnya adalah mengapa teks acak dari tahun 45 SM ini masih dipakai sampai 2026? Jawabannya ada pada 3 fungsi psikologis yang tidak bisa digantikan oleh teks "asdf" biasa.[1]

1. Mencegah Distraksi Konten (Content Distraction)

Fungsi utama Lorem Ipsum adalah membuat otak manusia tidak fokus membaca. Ketika klien atau atasan melihat layout dengan tulisan "Ini adalah contoh teks untuk header", mereka pasti akan mengoreksi tulisannya, bukan desainnya. Mereka akan berkomentar "kata-katanya salah" atau "ganti jadi promo diskon dong".

Dengan Lorem Ipsum yang tidak bermakna, mata akan langsung menilai apakah jarak hurufnya nyaman, apakah warna headingnya kontras, dan apakah layoutnya seimbang.[2] Inilah yang disebut desainer sebagai greeking, membuat teks terlihat seperti blok abu-abu dari kejauhan.

2. Memiliki Distribusi Huruf yang Natural

Alasan teknis mengapa harus Lorem Ipsum dan bukan teks acak adalah distribusi hurufnya. Dalam bahasa Inggris, huruf seperti 'e', 't', 'a' muncul lebih sering daripada 'z' atau 'x'. Lorem Ipsum memiliki proporsi yang mirip dengan bahasa Inggris asli.[3]

Jika kamu hanya mengetik "lorem lorem lorem" berulang, maka paragraf akan terlihat monoton. Lorem Ipsum asli memiliki variasi panjang kata, ada yang pendek seperti "ut" dan "et", dan ada yang panjang seperti "consectetur" dan "adipiscing". Variasi ini penting untuk menguji line-height dan word-spacing agar terlihat seperti artikel sungguhan.

3. Standar Universal di Semua Software Desain

Fungsi ketiga adalah sebagai bahasa universal. Sejak Aldus PageMaker di tahun 1985 menjadikan Lorem Ipsum sebagai default filler text, semua software besar mengikutinya.[4]

Daftar Software yang Menggunakan Lorem Ipsum Sebagai Default

Hampir semua tools yang kamu pakai hari ini sudah built-in Lorem Ipsum. Di Adobe InDesign cukup ketik Type > Fill with Placeholder Text, di Figma ada plugin Lorem Ipsum, di Microsoft Word cukup ketik =lorem() lalu Enter, dan di VS Code untuk developer web cukup ketik lorem lalu tekan Tab maka akan otomatis generate 30 kata.

Karena sudah menjadi standar, ketika seorang desainer di Indonesia mengirim file ke developer di Jerman, keduanya langsung paham bahwa blok teks itu adalah dummy yang harus diganti, bukan konten final yang lupa diterjemahkan.

Kapan Harus Menggunakan Lorem Ipsum?

Lorem Ipsum ideal digunakan pada tahap wireframing dan mockup awal. Saat kamu masih berdebat soal layout 2 kolom atau 3 kolom, ukuran font heading, atau posisi gambar. Jangan gunakan Lorem Ipsum saat presentasi final ke klien awam, karena mereka justru akan bingung "ini bahasa apa?". Untuk presentasi final, gunakan konten asli atau dummy text yang lebih relevan seperti nama produk klien.

Setelah mengetahui mengapa Lorem Ipsum menjadi standar industri, selanjutnya kita akan bahas apa saja kelebihan dan kekurangan Lorem Ipsum yang wajib kamu ketahui sebelum menggunakannya?


Catatan Kaki

  1. Fungsi Dummy Text: Tujuan utama penggunaan placeholder text dalam desain. Sumber: Lipsum.com - Why Lorem Ipsum?[1]
  2. Content Distraction: Konsep greeking untuk mencegah fokus pada konten. Sumber: Greeking - Wikipedia[2]
  3. Distribusi Huruf: Alasan Lorem Ipsum terlihat natural secara visual. Sumber: UX Planet - Why Lorem Ipsum Is Not The Best[3]
  4. Sejarah Desktop Publishing: Aldus PageMaker mempopulerkan Lorem Ipsum di era digital. Sumber: Lorem Ipsum History - Wikipedia[4]

Posting Komentar